THE WORKSHOP FOR MORALITY

  • Abdurrahman Universitas Pendidikan Mandalika Mataram (UNDIKMA)

Abstract

Buku yang ditulis oleh Dindin Solahudin. Lokakarya untuk moralitas: kreativitas islam pesantren daarut tauhid di bandung, jawa, Buku ini mencoba melihat studi pesantren yang berbeda. Secara resmi dikenal sebagai Pesantren Daarut Tauhid, pesantren ini terletak di Bandung dan berkembang pada awal periode kebangkitan Islam di Indonesia. Lebih sering disebut sebagai Bengkel Akhlaq, 'Lokakarya Moralitas' ini memberikan daya tarik khusus kepada kelompok-kelompok muda Muslim perkotaan, khususnya mahasiswa. Pendirinya adalah H. K. Abdullah Gymnastiar, yang lebih dikenal sebagai Aa Gym, yang kemudian menjadi salah satu pengkhotbah Muslim dan selebriti televisi terkemuka di Indonesia. Pesantren Daarut Tauhid terkenal karena popularitas khotbah Aa Gym dan respons emosional yang ia pengaruhi di antara para pengikutnya. Ritual menangis adalah fitur yang menonjol dari pertemuan di pesantren. Namun Pesantren Daarut Tauhid juga tidak biasa karena mengorganisir pengajaran kitab klassik dengan mengundang guru-guru agama terkemuka dari pesantren Jawa Barat lainnya untuk memberi ceramah pada waktu yang berbeda selama seminggu dan menyajikan orientasi Islam yang berbeda-beda. Dindin Solahudin melakukan kerja lapangan untuk penelitian ini pada pertengahan 1990-an dan mampu memberikan wawasan yang luar biasa tentang operasional Pesantren Daarut Tauhid sekaligus menyampaikan rasa semangat keagamaan yang menjadi ciri periode ini. Dia juga mampu berbicara panjang lebar dengan pendirinya, Aa Gym, dan atas dasar ini, dia menyajikan gambaran kehidupan awal Aa Gym dan kemunduran awal dan pengalaman spiritual berikutnya yang mengubah hidupnya. Dia menyoroti pentingnya mimpi dan pengalaman haji yang mendalam yang mendorong gerakan pertama dari karir dakwahnya dan akhirnya pendirian pesantrennya. Secara khusus berkaitan dengan pemahaman misi Pesantren Daarut Tauhid sebagai 'Lokakarya Moralitas', Dindin Solahudin mengkaji formulasi Aa Gym tentang kualitas pikiran dan hati yang ia lihat sebagai dasar moralitas Islam: ketulusan, kerendahan hati, kejujuran dan kesabaran. Pencapaian kualitas-kualitas ini adalah tujuan dari semua kegiatan keagamaan pesantren.Lokakarya Moralitas adalah karya luar biasa yang memiliki relevansi historis dan etnografis yang mencerminkan kapasitas pengarangnya, Dindin Solahudin, untuk menangkap momen kritis dalam perkembangan Islam dalam masyarakat Indonesia kontemporer. Berasal dari Bandung, Dindin Solahudin telah memiliki paguyuban sejak 1993 dengan bekas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Jati yang kini menjadi Universitas Islam Negeri di Bandung. Di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, ia pernah mengepalai Jurusan Jurnalistik dan Jurusan Pengembangan Masyarakat pada waktu yang berbeda.

Published
2023-02-01
How to Cite
Abdurrahman. (2023). THE WORKSHOP FOR MORALITY. Journal Transformation of Mandalika, 4(2), 172-181. Retrieved from https://ojs.cahayamandalika.com/index.php/jtm/article/view/1246
Section
Table of Contents