PENGARUH LATIHAN IMAGERY INTERNAL DAN EKSTERNAL ERHADAP KETEPATAN PASSING LAMBUNG PEMAIN SEPAK BOLA DI SSB PUTRA BUANA
Abstract
This study examined the effect of internal and external imagery training on the accuracy of lofted passes among football players at SSB Putra Buana. The study used a two-group pretest-posttest experimental design. From a population of 48 players, 20 players aged 13-14 years who met the attendance and training-history criteria were selected and assigned to two treatment groups. Passing accuracy was measured before and after a six-week intervention using a lofted-passing accuracy test. Data were analyzed descriptively and supported by assumption tests and t-tests. The assumption tests indicated acceptable normality and homogeneity, with all reported p-values above 0.05. Both groups improved after the intervention, but the external imagery group showed a larger increase from 62% to 80% (+18%; p = 0.01) than the internal imagery group, which improved from 60% to 70% (+10%; p = 0.05). These findings suggest that, in this sample, external imagery was more effective for improving lofted-passing accuracy. Structured imagery training can therefore be considered as a complementary method in youth football technical training.
Keywords: internal imagery, external imagery, lofted passing accuracy, football, mental training
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan imagery internal dan imagery eksternal terhadap ketepatan passing lambung pemain sepak bola di SSB Putra Buana. Penelitian menggunakan desain eksperimen two-group pretest-posttest. Dari populasi 48 pemain, dipilih 20 pemain usia 13-14 tahun yang memenuhi kriteria kehadiran dan lama mengikuti latihan, kemudian dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Ketepatan passing lambung diukur sebelum dan sesudah intervensi selama enam minggu menggunakan tes ketepatan passing lambung. Data dianalisis secara deskriptif dan didukung oleh uji asumsi serta uji t. Hasil uji asumsi menunjukkan seluruh nilai p yang dilaporkan berada di atas 0,05 sehingga data dinilai memenuhi syarat analisis. Kedua kelompok mengalami peningkatan, namun kelompok imagery eksternal menunjukkan kenaikan yang lebih besar, yaitu dari 62% menjadi 80% (+18%; p = 0,01), dibandingkan kelompok imagery internal yang meningkat dari 60% menjadi 70% (+10%; p = 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pada sampel penelitian ini, imagery eksternal lebih efektif untuk meningkatkan ketepatan passing lambung. Dengan demikian, latihan imagery yang terstruktur dapat dipertimbangkan sebagai metode pelengkap dalam pembinaan teknik sepak bola usia muda.
Copyright (c) 2024 Zulkarnain, Mujriah, Rindawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


