ANALISIS DOMAIN KOMPETENSI KONDISI FISIK MENGGUNAKAN TES KEBUGARAN PELAJAR NUSANTARA (TKPN) PADA SISWA SMP NEGERI 14 MATARAM
Abstract
This study aimed to analyze the physical fitness domain of students at SMP Negeri 14 Mataram using the Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). A quantitative descriptive design was used with 44 students consisting of 22 boys and 22 girls. The analysis focused on four TKPN performance components available in the dataset, namely the PACER test, squat thrust, sit and reach, and sit up. Data were analyzed using descriptive statistics and percentage distributions based on fitness categories. The findings showed that boys consistently demonstrated a better fitness profile across all test components. In the PACER test, 50.0% of boys were classified as good and 9.1% as very good, while 81.82% of girls were classified as poor. Similar patterns were found in squat thrust, sit and reach, and sit up, where the proportion of girls in the poor category ranged from 72.73% to 81.82%. These findings indicate a clear descriptive gap in physical fitness profiles between boys and girls. TKPN can serve as a practical school-based tool for monitoring student fitness and for designing more targeted physical education interventions.
Keywords: TKPN, student fitness test, physical fitness, junior high school students, gender differences
Penelitian ini bertujuan menganalisis domain kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 14 Mataram menggunakan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan subjek 44 siswa yang terdiri atas 22 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Analisis difokuskan pada empat komponen performa TKPN yang tersedia dalam data, yaitu PACER test, squat thrust, sit and reach, dan sit up. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan distribusi persentase berdasarkan kategori kebugaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki secara konsisten memiliki profil kebugaran yang lebih baik pada seluruh komponen tes. Pada PACER test, 50,0% siswa laki-laki berada pada kategori baik dan 9,1% pada kategori sangat baik, sedangkan 81,82% siswa perempuan berada pada kategori kurang. Pola serupa juga tampak pada squat thrust, sit and reach, dan sit up, dengan proporsi siswa perempuan pada kategori kurang berkisar antara 72,73% sampai 81,82%. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan deskriptif profil kebugaran antara siswa laki-laki dan perempuan. TKPN dapat dimanfaatkan sebagai alat pemantauan kebugaran berbasis sekolah untuk mendukung penyusunan intervensi PJOK yang lebih terarah.
Copyright (c) 2024 Ranika Anjani, Dadang Warta Chanra WK., Kurnia Taufik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


