Teknik Pemeriksaan Uretrocystografi Pada Pasien Klinis Benign Prostatic Hyperplasia: Studi Kasus di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Gamping

  • Clarissa Cindy Dian Saputri Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Ike Ade Nur Liscyaningsih Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Ildsa Maulidya Mar'athus Nasokha Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dapat menyebabkan obstruksi saluran kemih bagian bawah. Uretrosistografi adalah pemeriksaan radiografi untuk mengevaluasi anatomi uretra dan kandung kemih, yang biasanya menggunakan proyeksi AnteroPosterior (AP), Right Posterior Oblique (RPO), dan Left Posterior Oblique (LPO) pada fase sistografi. Namun, di Departemen Radiologi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, hanya proyeksi RPO dan LPO yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik uretrosistografi pada kasus BPH dan mengetahui alasan penggunaan hanya proyeksi RPO dan LPO selama fase sistografi pasca-kontras. Studi kasus deskriptif kualitatif ini dilaksanakan pada bulan September 2025 hingga April 2026 dengan subjek penelitian yang terdiri dari tiga radiografer dan satu dokter spesialis radiologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uretrosistografi untuk BPH tidak memerlukan persiapan khusus selain pengosongan kandung kemih dan pelepasan benda logam. Pemeriksaan menggunakan media kontras yang larut dalam air yang dimasukkan melalui kateter. Proyeksi yang digunakan meliputi AP polos, AP pasca-kontras, RPO, dan LPO. Namun, pada fase sistografi, hanya proyeksi RPO dan LPO yang digunakan. Teknik ini dipilih untuk mengurangi superposisi simfisis pubis, sehingga memberikan gambaran leher kandung kemih dan kandung kemih yang lebih jelas. Pemeriksaan ini efektif dalam mengidentifikasi indentasi vesika bagian posterior akibat pembesaran prostat. Sebagai kesimpulan, teknik uretrosistografi untuk BPH di rumah sakit tersebut secara umum mengikuti prosedur standar. Penggunaan khusus proyeksi RPO dan LPO pada fase sistografi dinilai lebih optimal untuk menampilkan kandung kemih dan leher kandung kemih tanpa superposisi, sehingga mendukung akurasi diagnostik pada kasus BPH.

Published
2026-08-31
How to Cite
Clarissa Cindy Dian Saputri, Ike Ade Nur Liscyaningsih, & Ildsa Maulidya Mar’athus Nasokha. (2026). Teknik Pemeriksaan Uretrocystografi Pada Pasien Klinis Benign Prostatic Hyperplasia: Studi Kasus di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Gamping. Journal of Mandalika Literature, 7(3), 214-225. https://doi.org/10.36312/jml.v7i3.6764
Section
Articles