Peran Moderasi Budaya Organisasi terhadap Hubungan Stres Kerja dan Kinerja Karyawan: Systematic Literature Review
Abstract
Meskipun hubungan antara stres kerja dan kinerja karyawan telah banyak diteliti, inkonsistensi hasil penelitian terdahulu mengindikasikan belum adanya peta sistematis yang mengintegrasikan peran moderasi budaya organisasi secara menyeluruh lintas konteks industri dan nilai kultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya organisasi memoderasi arah dan besaran hubungan antara stres kerja dan kinerja karyawan, serta mengidentifikasi konteks dan tipe budaya di mana budaya organisasi berfungsi sebagai pelindung (protective) atau justru sebagai pemicu (exacerbating) dampak negatif stres terhadap kinerja.Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan alur PRISMA, studi ini menganalisis 19 artikel final dari basis data Scopus, OpenAlex, dan ScienceDirect dalam rentang tahun 2022–2026. Instrumen yang digunakan adalah matriks ekstraksi data untuk memetakan metodologi, tipe budaya, dan sifat stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki fungsi dualitas sebagai pelindung (protective) dan pemicu (exacerbating) stres. Budaya suportif, kolaboratif, dan nilai lokal (seperti nilai Jengah di Bali) efektif memitigasi dampak negatif stres dan mengubahnya menjadi eustress yang produktif. Sebaliknya, budaya toksik, hierarkis kaku, dan kompetitif ekstrem memperburuk dampak stres sehingga menurunkan kinerja secara signifikan. Temuan ini mengidentifikasi bahwa inkonsistensi hasil penelitian terdahulu disebabkan oleh perbedaan konteks industri, nilai kultural lokal, dan metodologi.
Copyright (c) 2026 Rehhulina Simanjorang, Nasyida Aulia Dafina Putri, Indah Permata Poetri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





