TRADISI MAULID ADAT: LOCAL WISDOM DITENGAH GEMPURAN PERADABAN MASYARAKAT MILENIAL

  • Ainun Isthifha Darma

Abstract

Tradisi dalam bingkai adat istiadat merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam suatu masyarakat tertentu—yang notabene-nya merupakan variansi  diantara suatu kelompok masyarakat satu dengan kelompok masyarat yang lain. Hampir di semua kepulauan Nusantara memilki tradisi adat budaya yang berbeda-beda, seperti maulid adat yang ada di kepulauan Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok bagian utara atau lebih dikenal dengan sebutan Lombok Utara. Dalam pelaksanaan tradisi maulid adat di Kabupaten Lombok Utara bagian Desa Bayan dilakukan dengan pembukaan: penggumpulan hasil bumi seperti padi/ gabah, buah-buahan dan sebagainya. Kemudian pada malam harinya diteruskan dengan acara peresaean dengan di buka oleh wanita-wanita yang menjadi pembukaanya. Tradisi maulid adat sebagai kekayaan budaya masyarakat (local wisdom) merupakan perpaduan antara kearifan-kearifan lokal dengan ajaran-ajaran Islam yang dibingkai dalam suatu ritual keagamaan sebagai bentuk sembah dan puji syukur kepada Tuhan Yang Esa. Benturan-benturan budaya yang terjadi seakan menggeser tradisi-tradisi yang sudah turun-temurun melekat erat di tengah masyarakat bayan karena adanya pergeseran nilai yang terjadi sehingga stigma msyarakat dalam melestarikannya (baca: perayaan maulid adat) mendapat tantangan di zaman milenial sekarang ini. Perayaan maulid ini bisa dikatakan sebagai suatu refleksi psikologi keagamaan yang menopang kelestarian budaya yang lahir dari peradaban masyarakat, dan masih tetap eksis ditengah-tengah gempuran masyarakat modern atau dengan kata lain masyarakat milenial.

Published
2021-01-18